Ini Dia Tiga Tips Menghemat Biaya Makan saat Beriwsata

Ilustrasi sajian kuliner khas Nusantara. FOTO:tarikecakuluwatu.com

JAKARTA, SEKALIJALAN.COM – Selain godaan belanja, nafsu untuk mencicipi beragam kuliner di lokasi liburan yang kita tuju sering berdampak pada hitung-hitungan pengeluaran. Tak jarang membuat kita harus mengeluarkan biaya lebih. Tapi, apa daya, tak menikmati sajian makanan khas di suatu tempat, seolah tak sah menandai perjalanan kita. Bukan hanya rekaman di ingatan, memori rasa di lidah juga penting kan.

Untuk menyiasati agar agenda liburan kita tetap berjalan lancar, proses icip-icip juga bisa tetap menyenangkan, ada baiknya kita membuat daftar pos anggaran khusus untuk budget makan. Apalagi, tak bisa dipungkiri, di beberapa lokasi wisata, harga kulinernya lebih mahal dibandingkan di beberapa lokasi.

Menghemat biaya akan, ada beberapa pejalan yang memilih membawa kudapan atau bekal saat melakukan perjalanan wisata.  Selengkapnya, berikut tips untuk menghemat biaya makan ketika berwisata:

Pilih Makanan Khas Lokal Kaki Lima

Tak harus menikmati kuliner di restoran mewah, fancy, dan atau mendapat peringkat Michelin, mencicipi hidangan khas lokal di sekitar tempat wisata juga dapat dilakukan di warung biasa. Atau bahkan kaki lima. Selain harganya lebih murah tak bisa dipungkiri cita rasa rempah dan bumbu yang digunakan lebih otentik.

Memilih Penginapan yang Mempunyai Dapur

Keberadaan dapur tentu akan sangat membantu. Tak sedikit hotel, apartemen, atapun hostel yang menyediakan fasilitas dapur. Dengan adanya dapur, Anda dapat juga dapat berkreasi menyiapkan bekal atau kudapan Anda. Sehingga tak perlu khawatir perut kroncongan dan tak bisa maksimal menikmati pemandangan indah.

Beli Bahan untuk Dimasak Sendiri

Langkah ini sudah pasti akan memperkecil anggaran berwisata, khususnya soal pengeluaran makan. Sebelum bepergian, belanja, membeli bahan makanan dan memasak sendiri pastinya lebih hemat. Menekan budget makan saat wisata, dimulai dengan rencana untuk membeli bumbu, bahan apa saja yang diperlukan. Semakin sederhana menu yang dibuat, makin hemat. Tapi, bukan berarti menu sederhana, tidak enak kan? .(LSR)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*