Kejutan Panorama Bawah Laut saat Menyelam di Derawan

Keindahan bawah laut Pulau Derawan. FOTO: DOKUMENTASI HENRY JHON

KALIMANTAN TIMUR, SEKALIJALAN.COM – Bukan bermaksud lebay, tapi sepertinya sewaktu menciptakan Pulau Derawan, Tuhan seolah-olah menyisipkan surga di Indonesia. Mengapa? Pulaunya yang benar-benar amat sangat indah, panorama lautnya yang keren, makhluk hidup di dalamnya yang eksotis, pasirnya yang bersih, paket keindahan alam yang komplit.  Kepulauan Derawan sebenarnya terdiri puluhan pulau, namun dengan 4 pulau besar, yakni Pulau Derawan, Maratua, Sangalaki dan Kakaban.

Air lautnya yang biru jernih, terumbu karangnya yang menakjubkan dan ubur-ubur eksotis yang tak menyengat. Semuanya bisa kita nikmati dengan cara menyelam ataupun snorkeling di keempat pulau besar tersebut. Termasuk Derawan.

Seperti yang diutarakan oleh penjelajah sekalijalan.com, Henry Jhon. Ia melakukan perjalanan ke Pulau Derawan, Maret 2016 lalu. Pada saat berada di Pulau Derawan ia mendapat kejutan. Ia bertemu whaleshark (hiu pas). Ternyata pada saat itu bertepatan dengan jadwal migrasi hiu paus.  Bersama dengan rekan seperjalanan, Jhon ditawarkan untuk berkesempatan melihat hiu paus.

“Kalau di Derawan sebenarnya belum banyak guide. Wisatawan rata-rata mengandalkan panduan dari penduduk lokal. Sewa peralatan juga tersedia. Kita juga bisa sewa sendiri ataupun mengambil paket lengkap ke biro perjalanan,” ujar Henry Jhon. Berhubung karena  gugusan kepulauan, akses transportasi yang tersedia adalah kapal.

Harga sewa kapal standar sehari rata-rata Rp 3.000.000. Pengemudi kapal biasanya berperan sekaligus sebagai guide. paling drivernya sekalian jadi guide. “Pada saat melihat whale shark, saya dan rombongan berangkat pukul 04.30 WIB. Karena kalau siang hari biasanya hiu paus beraktivitas di dasar lautan. Kurang lebih perjalanan dari Derawan ke tempat untuk melihat hiu paus sekitar 20 menit,” Henry Jhon menjelaskan.

PEMANDANGAN air laut yang biru jernih di Kepulauan Derawan.
FOTO: DOKUMENTASI HENRY JHON

 

HARGA sewa kapal di Derawan rata-rata Rp 3.000.000 per hari.
FOTO: DOKUMENTASI HENRY JHON

enry Jhon memilih Derawan sebagai destinasinya kali ini, karena menurutnya pulau ini masih perawan. Terasa damai. Ditambah lagi penduduk lokalnya yang benar-benar ramah. “Pulaunya belum terkena polusi. Pengalaman mengeksplorasi Kepualuan Derawan itu benar-benar beda. Saya ketemu paus pembunuh, ditemani lumba lumba saat perjalanan hopping island, renang sama ubur-ubur yang nggak bisa nyengat, ketemu pari manta, anak hiu, sama penyu hijau. Seru banget…” katanya.

Untuk penginapan, ujar Jhon, banyak yang dikelola penduduk lokal. Rate nya, mulai Rp 200.000-Rp 500.000 per malam. Sebenarnya tergantung season. Sedangkan di Pulau Maratua, tak sedikit penginapan atau cottage yang dikelola warga asing. “Tapi, berdasarkan pengalamn saya, justru jarang liat turis asing di sana, karena mungkin belum banyak sarana dan prasarana ke sana. Nggak sebanyak di Bali ataupun di Karimun Jawa,”Henry Jhon memaparkan.

Menuju Pulau Derawan dari Balikpapan, ditempuh via jalur darat maupun udara.

  1. Via udara:  Dari balikpapan ambil penerbangan ke Berau, kemudian dari Berau harus mencari mobil ke arah Pelabuhan Tanjung Batu ( tarif sewa mobil Rp 300.000). Perjalanan ini membutuhkan 6jam perjalanan. Dari Tanjung Batu barulah menyeberang ke Derawan. “Tips dari saya, jangan pernah ke Derawan via Tarakan, karena memang untuk tiket pesawat lebih murah kalau turun di Tarakan dari Pulau Jawa tapi kemudian budget kita akan meledak untuk biaya dari Tarakan ke Derawan.  Akan jauh lebih murah nyebrang via Berau, Tanjung Batu dan Derawan,”sebut Henry Jhon.
  2.  Via darat : Setelah turun di Balikpapan,  harus cari biro travel karena biro travel itu menyediakan alat transportasi berupa mobil. Harga bisa tawar-menawar. Kemudian, dari Balikpapan menuju ke Berau sekitar 20 jam. Berau ke Tanjung Batu sekitar 6 jam. Lalu, dari  Tanjung Batu menyeberang ke Derawan sekitar satu jam.(NOR)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*