Kemenpar Kembangkan Desa Wanurejo Jadi Desa Wisata

Desa Wisata Wanurejo lokasinya tak jauh dari kompleks Candi Borobudur.

YOGYAKARTA, SEKALIJALAN.COM– Setelah menggenjot Desa Wisata Kreatif Terong di Belitung, kini Kementerian Pariwisata mulai mempromosikan Desa Wisata Wanurejo yang berlokasi tak jauh dari kompleks Candi Borobudur. Di Desa Wisata Wanurejo diharapkan para wisatawan dapat semakin menikmati alam. Jadi, tidak lagi menjadikan candi sebagai destinasi wisata utama.  Seperti disebutkan oleh Ketua Pokja Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kemenpar Hiramsyah S Thaib yang didampingi PIC Borobudur, Larasati,  Wanurejo telah memiliki fasilitas homestay yang bervariasi. Rata-rata bergaya Jawa klasik namun tetap terawat baik.

Soal harga, biaya menginap di homestay tersebut terbilang terjangkau. Begitu pula dengan aktivitas warganya yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi Jawa. Seperti Tradisi Nyadran yang merupakan kegiatan mengunjungi makam leluhur atau keluarga yang diadakan setiap minggu ketiga di Bulan Ruwah.

Bentuk kebudayaan yang masih dijunjung tinggi oleh masyarakat Desa Wanurejo adalah kegiatan kirab budaya Merti Desa (bersih desa atau sedekah bumi) dari upacara adat Saparan. Acara ini mengusung gunungan hasil bumi setinggi 5 meter berupa buah-buahan, sayur-mayur, palawija, dan padi.

CANDI Pawon adalah nama sebuah candi, peninggalan Masa Klasik, yang terletak di Kabupaten Magelang. Khususnya terletak di Desa Wisata Wanurejo.

Maka, dengan menjadikan Desa Wanurejo sebagai Desa Wisata, wisatawan dapat menyaksikan kirab tersebut yang berangkat dari Candi Pawon melewati jalan di sekitar Borobudur dan berakhir di Lapangan Pondok Tingal. Uniknya lagi, kirab budaya ini selalu memecahkan rekor MURI maupun rekor dunia dalam berbagai kategori setiap tahunnya. Tentunya alasan-alasan inilah yang membuat Desa Wanurejo layak menjadi desa wisata yang unik, menarik, dan memiliki eksotisme yang luar biasa.

Selain tradisi, kesenian dan kerajinannya juga hidup. Beberapa galeri telah dibangun. Kemudian berbagai kerajinan mulai dari kerajinan kayu, bambu, batik, fiber, dan sebagainya juga bisa ditemui di beberapa titik di Wanurejo.

Soal panorama alam? Tak perlu dipertanyakan. Pemandangan Candi Borobudur sebagai “Mahakarya Budaya Dunia” atau World Cultural Masterpiece dengan balutan hijaunya pematang sawah bisa dengan mudah dijumpai di Wanurejo. “Atraksi berupa peninggalan budaya di Borobudur sudah berkelas dunia. Kompleks candi terbesar di dunia itu sudah menjadi bangunan warisan budaya yang tercatat UNESCO itu. Dengan tambahan ekosistem pariwisata berupa desa wisata Wanurejo, Borobudur jadi makin terlihat hebat,” tambah Hiram – sapaan akrab Hiramsyah. (*/LEN)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*