Melestarikan Air Tema Pesta Kesenian Bali pada 10 Juni 2017

Pantai Tanah Lot Bali dengan Pura di tengah lautnya

SEKALIJALAN.COM, DENPASAR – Pesta Kesenian Bali (PKB) yang akan dilaksanakan satu bulan penuh dari 10 Juni hingga 8 Juli 2017, mendatang mengangkat tema “Melestarikan Air Sumber Kehidupan”. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengimbau, kepada seluruh masyarakat Buleleng maupun Bali untuk mendukung total pelaksanaan PKB 2017. Apalagi menginat PKB merupakan sudah menjadi kegiatan rutin setiap tahun tidak saja untuk masyarakat Bali, melainkan sudah menjadi agenda dunia.

“Pesta Kesenian Bali bukan hanya dirancang sebagai wadah untuk penggalian, pelestarian, pembinaan dan pengembangan seni budaya Bali, namun juga sebagai media promosi. Namun jangan main-main, kita harus meriahkan dan sukseskan acara ini, karena ini levelnya dunia,” ucap Bupati.

Panorama pantai di Bali.

Lebih lanjut Bupati menambahkan, dalam usianya ke-39 tahun ini, PKB telah dapat mengangkat citra daerah Bali di mata internasional karena pelaksanaannya berdurasi lama dan konsisten dilaksanakan dari tahun ke tahun.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, A.A Gede Yuniartha Putra menuturkan tema Ulun Danu yang artinya Melestarikan Air Sebagai Sumber Kehidupan menggambarkan air merupakan simbol kehidupan itu sendiri yakni amerta, merta, yeh, toya, tirta.

“Ulun Danu merupakan kearifan lokal berupa pengetahuan tentang bagaimana kita semestinya memelihara, memuliakan, dan mengelola air sebagai sumber kehidupan dan penghidupan serta sumber peradaban,” beber Agung, seperti dikutip dari Indopos, Rabu (23/5/2017).

Gubernur Bali I Made Mangku Pastika mengatakan, PKB menempatkan Bali sebagai satu-satunya provinsi yang menampilkan kesenian satu bulan penuh. ”Ini harus dipublikasikan secara luas supaya semua orang tahu, sehingga ada partisipasi dari masyarakat, khususnya anak muda yang memiliki alam berkesenian secara berkesinambungan” beber Gubernur

Menpar Arief Yahya meminta agar Pesta Kesenian Bali (PKB) 2017 ini berlangsung lebih sukses, lebih meriah, dan lebih mendunia. Karena itu harus dipromosikan lebih gencar melalui media, agar bisa menjadi magnit bagi wisman yang akan ke Bali pada 10 Juni sampai 10 Juli 2017 itu. “Promosikan yang bagus, agar semakin berkibar,” kata Menpar Arief Yahya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*