Pacu Adrenalin dengan Rafting di Sungai Seruai Sibiru-biru

Rafting di aliran Sugai Seruai, Sibiru-biru, Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut). FOTO:SEKALIJALAN

 SEKALIJALAN.COM, SUMUT  – Liburan sambil olahraga? Bisa kamu lakukan dengan arung jeram atau rafting di aliran Sugai Seruai, Sibiru-biru, Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut). Selain bersama keluarga, melakukan kegiatan rafting bersama kerabat kerja juga bisa kamu lakukan. Tubuh dan pikiran sehat, hubungan dengan sesama rekan pun semakin erat.

Selain menggerakkan beberapa otot tubuh, seperti bisep dan trisep, olahraga air satu ini juga ikut melatih kekompakkan sebuah tim di dalam setiap perahu rafting. Biasanya, di dalam sebuah perahu karet diisi oleh maksimal 6 orang. Beberapa peralatan seperti pelampung, dayung karet, dan juga helm sudah tersedia. Sebelum memacu adrenalin, pemanasan serta pembekalan cara mendayung akan diberikan oleh pemandu arung jeram.

Butuh waktu sekitar 25 menit untuk turung ke sungai dari tempat para peserta melakukan kegiatan pemanasan. Selain arusnya yang deras, diakui oleh Wenny Cokro Suwarno, sang pemilik usaha Arung Jeram Seruai, sungai ini menyimpan banyak potensi untuk diadakan olahraga arung jeram. Beberapa di antaranya adalah pemandangan alam yang menakjubkan di tengah sungai, banyaknya bebatuan yang membentuk double drop di beberapa titik aliran sungai, serta terdapat beberapa turbulence yang semakin meningkatkan adrenalin saat mengarung disini.

“Belum banyak yang mengetahui keberadaan sungai ini. Padahal, potensi untuk dibuat mengarung sangat indah dan luar biasa. Tantangannya banyak, dan mudah dijangkau dari lokasi manapun. Dari Medan misalnya, hanya menempuh sekitar 30-45 menit perjalanan, sudah sampai di sini,”kata Wenny.

Wanita yang merupakan konsultan hukum ini  memasang tarif paket rafting di Sungai Seruai dengan harga yang cukup terjangkau, yakni hanya Rp 250.000 per orang. Akan ada beberapa pemandu dan seluruh perlengkapan yang disediakan dalam kondisi baru dan terjamin. Sehingga, seluruh peserta tidak perlu khawatir nantinya.

“Saya sudah menekuni dunia arung jeram itu sejak usia muda, yaitu sekitar umur 17 tahun. Pertama kali coba, langsung jatuh cinta. Yang paling saya sukai dari kegiatan mengarung adalah kekompakkan dalam sebuah perahu harus benar-benar dijaga, karena kalau tim dalam perahu tidak kompak, bisa jadi semua ikut tenggelam kan?,” lanjutnya.

“Makanya, banyak sekali keluarga atau perusahaan yang ingin mengikat hubungan yang lebih erat diantara mereka lebih memilih kegiatan mengarung dan sejauh ini alhamdulilah semua mengaku puas dengan aliran sungai dan sensasi mengarung di sini,”Wenny menambahkan. (Elsa Olvia Karina)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*